Cerita dari Secangkir Nasgithel

Hidup itu meriah. Penuh warna. Penuh rasa. Penuh pilihan. Tak heran, ketika traveling, sebisa mungkin saya melarutkan diri dalam kebiasaan penduduk setempat minum teh atau kopi. Teh dan kopi pula yang berada dalam daftar oleh-oleh kuliner saya. Tak hanya aroma dan rasanya yang layak dibicarakan, tapi juga beragam kebiasaan, sejarah hingga romansa yang larut dalam panas, legi (manis) dan kenthel (nasgithel) nya kedua minuman ini.

Advertisements

Dari Mata Turun ke Perut

... ada cerita panjang mengurai dibalik tiap cecap rasa dan tekstur serta meriahnya warna makanan selama traveling. Apalagi jika bisa melihat langsung bagaimana makanan itu dibuat di tengah kepulan asap menguar. Lebih seru lagi jika bisa ikut masak, bercanda dengan ibu-ibu di dapur mereka.

Kami pun (Tak) Ingin Berubah: Cerita dari Perjalanan Ke Baduy

Ada kebingungan luar biasa setiap kali mengunjungi desa-desa tradisional. Sebagai turis, saya ingin menyaksikan terjaganya situs budaya lengkap dengan adat dan tradisi yang lekang ratusan bahkan ribuan tahun. Sebagai manusia, saya kerap sedih mendengar langsung saudara-saudara kita di tempat-tempat ini mengeluh bahkan iri dengan ‘orang kota’ yang menurut mereka tak punya kewajiban menjaga tradisi. Begitu pula yang saya rasakan ketika berkunjung ke Baduy.

Ereveld Menteng Pulo: Secuil Eropa di Tengah Jakarta

Buat sebagian orang, wangi kamboja di Ereveld Menteng Pulo ini mungkin tidak menentramkan. Buat saya, wangi kamboja di tengah hiruk pikuk Jakarta sekali lagi membuktikan bahwa sebenarnya banyak tempat menarik yang jaraknya hanya sepelemparan batu dari pintu rumah saya.