Dari Mata Turun ke Perut

... ada cerita panjang mengurai dibalik tiap cecap rasa dan tekstur serta meriahnya warna makanan selama traveling. Apalagi jika bisa melihat langsung bagaimana makanan itu dibuat di tengah kepulan asap menguar. Lebih seru lagi jika bisa ikut masak, bercanda dengan ibu-ibu di dapur mereka.

Advertisements

Travelling makes you a better communicator? Negotiator? Or simply a better you?

Seorang teman menanyakan tips agar dapat sambutan yang hangat ketika bertemu, ngobrol dan berinteraksi langsung dengan penduduk. Saya butuh satu hari untuk menjawab. Faktanya, saya tidak punya tips yang ia maksud, apalagi kalau maksudnya sampai bisa menginap di rumah penduduk. Setelah mengulang rekaman memori perjalanan saya selama di NTT, akhirnya saya bisa menyimpulkan sebuah jawaban untuk pertanyaan teman baru saya itu. Senyum. Sapa. Sopan. Mungkin itu jawabannya. Terbukti, selama di NTT, saya lebih kuatir naik kendaraan apa dibandingkan menginap di mana, bermodal tiga kata tadi. Itulah sebabnya, setiap kali bertemu orang baru, saya percaya, orang ini adalah teman yang bisa jadi menoreh kebaikan dalam lembar perjalanan saya. Dan untuk setiap orang yang baik, senyuman tulus, sapaan hangat dan tingkah laku sopan rasanya tidak pernah terlalu mahal untuk diberikan.