“Masih lama nggak?”
“Baru juga masuk”
“Apanya?”
“Gue!”
Obrolan ceplas-ceplos dua orang teman – yang satu ketinggalan celana dalamnya di dalam kamar mandi, satunya lagi keburu jebar-jebur dan basah – yang gak sengaja terdengar ketika saya mandi itu bisa dipastikan akan selalu mengingatkan akan perjalanan senang-senang bersama Jalan Bebas ke Sindang Barang, akhir Mei 2009 lalu.
Filed under: Jalan-jalan | Tagged: Jalan Bebas, Kampung Budaya, Sindang Barang | 3 Comments »

Semua berasa kecil memang. Namun cerita-cerita “kecil” dari “orang-orang kecil” itu justru yang bikin perjalanan jadi lebih nikmat. Seperti kata seorang pintar yang pernah menghampiri saya dua belas tahun lalu, “lihat ke bawah, kamu akan bersyukur dengan apa yang kamu punya sekarang.”